Takut Terlalu Dekat dengan Dzat, Takut Putus Hubungan

by - 12:00 AM


Saya sadar diri.
Itu saja sudah berat, apalagi sadar Tuhan.

Makanya saya berhenti di batas yang saya tahu sanggup saya pijak.

Saya kenal Tuhan lewat:

  • sifat wajib dua puluh,
  • sifat mustahil dua puluh,
  • jaiz satu,
  • dan Asmaul Husna yang indah tapi aman disentuh.

Di situ relasi masih terjaga.
Masih ada jarak sehat antara hamba dan Yang Disembah.

Kalau saya nekat naik ke pembahasan dzat, saya takut bukan makin dekat—
tapi malah putus sambungan.

Takut-takut:

  • relasi hilang,
  • batas cair,
  • lalu saya kepleset ke “wahdatul wujud versi sotoy”,
  • dan besok-besok dagang daster sambil merasa sudah menyatu dengan semesta.

Ngeri juga.

Saya bukan Syekh Siti Jenar.
Saya cuma pedagang daster yang masih mikir diskon 5% atau 10% lebih ngaruh ke checkout.

Dan jujur saja:
iman saya tidak sekuat itu untuk main-main di wilayah dzat.

Maka Saya Pilih Jalan Aman: Jalan Pasar

Saya kembali ke tempat saya paling waras:
pasar.

Baca ritme. Baca selera. Baca psikologi emak-emak. Baca akun alter yang kelihatannya galak tapi checkout-nya cepat. Baca eufisme: bukan “murah”, tapi “harga bersahabat”. Baca kompensasi: diskon kecil, bonus kerudung, free ongkir psikologis.

Di situ saya hidup.

Bukan karena dunia lebih penting dari Tuhan,
tapi karena di situlah Tuhan mengizinkan saya bekerja.

Kalau mentok? Kalau rasional mentah? Kalau ikhtiar sudah maksimal?

Baru saya pulang.

Bukan kabur. Bukan lempar tanggung jawab.

Pulang.

Karena Allah, bagi saya,
bukan shortcut,
tapi rumah terakhir setelah jalan jauh.

Penutup yang Jujur

Saya tidak merasa perlu membuktikan kesalehan lewat jargon sufistik.
Saya juga tidak merasa rendah karena iman saya masih butuh logika.

Saya cukup tahu:

  • Tuhan tidak tersinggung karena saya mikir,
  • Tuhan juga tidak kecil karena saya berdagang.

Dan mungkin justru karena saya tidak sok menyentuh dzat,
relasi itu tetap hidup.

Saya masih hamba.
Masih butuh.
Masih pulang.

Dan besok pagi,
tetap buka lapak daster.

You May Also Like

0 komentar